Tuesday, May 19, 2015

Niskala - Daniel Mahendra

Judul                          : Niskala
Penulis                       : Daniel Mahendra
No ISBN                    : 978-602-9225-86-0
Jumlah Halaman        : 338
Penerbit                      : Penerbit Qanita ‘PT Mizan Pustaka’
Tanggal Terbit            : Cetakan  1, Juni 2013



Pulang adalah kata paling indah yang dimiliki seorang petualang ketika ia telah tahu jalan menuju pulang ....

Bercerita tentang seorang lelaki yang bernama Galang, seorang penulis sekaligus traveler. Galang melakukan perjalanan ke gunung everest untuk menepati janjinya kepada seseorang. Perjalanan tanpa tujuan yang tak tahu kapan akan pulang. Kata pulang itu sendiri terdengar tabu di telinga Galang. Namun di gunung everest ada seorang sahabatnya yang mengatakan bahwa jika terus begini melakukan perjalanan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Sahabatnya tersebut menyarankan Galang untuk pulang dan kembali kepada orang yang saat itu sedang membutuhkannya.

Seseorang itu adalah Sanggita. Perempuan yang tadinya akan Galang nikahi namun ada satu kejadian yang membuat mereka gagal untuk menikah padahal mahar pernikahan pun sudah siap untuk diberi namun kejadian tadi menenggelamkan semuanya dan membuat Galang menjadi seorang petualang tanpa tujuan yang tak tahu kapan harus pulang.

Mahar pernikahan itu bukan perhiasan maupun berlian melainkan sebuah naskah buku yang siap untuk diteritkan. Bukan tanpa alasan Galang memberi mahar pernikahan dengan sebuah naskah buku karena Sanggita sendirilah yang memintanya.

Pulang ? kata pulang belum pernah terpikirkan oleh Galang, ia masih terus ingin berpetualang melunasi janji-janjinya kepada Sanggita karena dia lah alasan mengapa Galang berada di gunung everest.

Masih banyak tempat yang hendak Galang kunjungi tapi seharusnya ia harus pulang, pulang untuk Sanggita karena dia sedang membutuhkannya.


Hayoooo kenapa  Galang harus pulang. Jangan tanya gua tapi tanya sama mbak/mas toko buku tanya berapa harga buku ‘Niskala’ terus beli dan baca pasti tau kenapa hehehe. Oh iya ini pertama kalinya gua mereview buku jadi kalo ada kesalahan mohon di maafkan dan komentar membangun kalian akan selalu gua tunggu. Sipzz.

Sunday, May 17, 2015

Surat : Teruntukmu #1

Untuk Bidadari,

Sebelumnya aku minta maaf atas kelancanganku dengan menyebut dirimu dengan sebutan ‘bidadari’. Aku tak tau harus menyebutmu dengan sebutan apa karena tak mungkin aku menyebut dirimu dengan namamu, itu tak mungkin.

Mungkin kamu bertanya-tanya mengapa harus bidadari ? bila sungguh kamu bertanya seperti itu maka jawaban dariku adalah  aku pun tak tau mengapa. Aku rasa bidadari cocok untuk dirimu yang lemah lembut dengan tutur kata yang sopan. Ya karena dalam hakikatnya sosok bidadari itu hanya satu dalam satu nyawa dan bagiku kamu hanya satu dengan segala yang melekat pada dirimu kamu hanya satu tidak ada dua atau tiga.

Ah sudah gila rasanya aku menganggapmu sebagai bidadari padahal ku tau kamu hanya menganggap ku sebagai teman saja tidak lebih.

Sudahlah, bagaimana keadaanmu ? kuharap baik-baik saja seperti diriku ini sekarang. Satu pekan kita tidak akan bertemu tapi ntah mengapa aku rasa itu waktu yang lama bagiku padahal kita sudah terbiasa tidak bertemu berminggu-minggu saat kita sedang prakerin ya mungkin karena sudah lama tak bertemu lalu bertemu sebentar dan harus tidak bertemu lagi yang menimbulkan rasa ini semakin tercekik oleh rindu.
Pekan depan ulangan apakah kamu sudah belajar atau bersiap-siap untuk itu ? aku yakin kamu sudah menyiapkannya sejak jauh hari tidak seperti diriku ini yang malas untuk belajar. Coba saja kau kirimi aku pesan singkat yang mengingatkan diriku untuk belajar, mungkin aku akan segera mungkin belajar namun jangankan mengingatkanku untuk belajar menyapaku saja kamu tak melakukannya.

Sebenarnya aku sangat merindukan pesan singkatmu itu : canda kita, tawa kita, membicarakan hal-hal yang kita anggap tak penting dan yang paling terpenting pesan singkatmu yang menyemangatiku. Aku rindu. Namun aku sadar aku bukan siapa-siapa dirimu dan hal yang paling menyakitkanku aku tahu siapa yang ada didalam hatimu dan seseorang itu lebih baik dariku. Aku tak egois mangkanya aku tak memberikan sedikit pun kode kalau aku cembur.

Pesan ku jangan lupa untuk belajar walau ku tahu ada orang lain yang lebih dahulu yang mengingatkanmu tapi tak apa aku ikhlas tak meminta balasan apapun.


Dariku,
Inisial S